Sebagai admin toko online yang ngurusin ratusan chat sehari, saya sebenarnya cukup paham soal etika komunikasi digital. Tapi minggu lalu saya kena batunya sendiri. Ada masalah di tagihan Kredivo saya, nominal yang muncul beda dari yang seharusnya saya bayar, dan karena buru-buru, saya asal comment di postingan Instagram resmi Kredivo, berharap cepat direspons.
Dua hari saya tunggu, nggak ada balasan sama sekali. Saya mulai panik karena tanggal jatuh tempo makin dekat, sementara masalahnya belum juga kelar. Dari situ saya baru sadar, ternyata cara saya hubungi CS Kredivo itu salah dari awal, dan itu yang bikin urusan saya jadi molor nggak jelas.
Kenapa Comment di Media Sosial Bukan Pilihan Tepat
Saya kira dulu, comment di postingan resmi itu bakal cepat kelihatan sama tim yang jaga akun. Ternyata logikanya nggak sesederhana itu.
Akun media sosial resmi biasanya fokus buat konten promosi dan interaksi umum, bukan kanal utama buat urusan teknis kayak sengketa tagihan. Komentar saya kemungkinan besar tenggelam di antara ratusan comment lain yang isinya macam-macam, dari pertanyaan promo sampai keluhan random. Saya jadi paham, kalau masalahnya spesifik dan butuh penanganan detail, saya harus cari jalur yang memang dirancang buat itu, bukan asal comment di kolom publik.
Risiko Lain yang Saya Baru Sadari Belakangan
Ini yang bikin saya makin nyesel. Ternyata bukan cuma soal lambat direspons, tapi juga soal keamanan data. Saya sempat mau attach screenshot tagihan lengkap dengan nomor akun saya di comment itu, untungnya keburu nggak jadi.
Kolom comment itu publik, semua orang bisa lihat. Kalau saya sampai kirim detail data pribadi di sana, itu justru bisa dimanfaatkan pihak nggak bertanggung jawab yang suka mantengin akun resmi buat cari korban. Modus penipuan berkedok bantu cepat udah sering saya dengar, biasanya nyamar jadi “petugas” terus DM korban yang komen di postingan resmi, minta data lebih lanjut dengan alasan mau bantu proses. Untung saya cukup waspada dan nggak sampai kejebak.
Jalur yang Akhirnya Saya Pakai dan Ternyata Lebih Cepat
Setelah dua hari buang waktu percuma, saya akhirnya coba cara yang lebih benar. Saya telepon langsung ke nomor customer service resmi yang tertera di aplikasi, pada jam operasional yang berlaku.
Hasilnya beda jauh. Dalam hitungan menit saya udah terhubung sama petugas, jelasin masalah tagihan saya, dan langsung dapat arahan soal langkah selanjutnya. Ternyata jalur resmi kayak telepon atau email memang dirancang buat urusan yang butuh verifikasi data dan penanganan personal, beda konteks sama media sosial yang sifatnya lebih ke komunikasi umum.
Pelajaran yang Saya Petik dari Kesalahan Sendiri
Sebagai orang yang kerja di dunia digital tiap hari, saya justru baru sadar soal ini setelah ngalamin sendiri. Nggak semua kanal komunikasi punya fungsi yang sama, meski sama-sama “resmi” atas nama brand yang bersangkutan.
Kredivo PayLater, dari pengalaman yang saya rasakan, cukup responsif kalau memang dihubungi lewat kanal yang tepat, apalagi untuk urusan yang butuh detail data seperti persoalan tagihan. Masalahnya bukan di layanannya, tapi di cara saya yang salah pilih pintu masuk sejak awal.
Jadi kalau kamu lagi ada masalah serupa, jangan ulangi kesalahan saya. Langsung hubungi cs Kredivo lewat kanal resmi seperti telepon atau email yang memang disediakan buat urusan personal, bukan lewat comment media sosial yang jelas bukan tempatnya. Agar lebih aman, pastikan hubungi nomor dan email yang tertera di aplikasi resmi Kredivo.